INFO KESEHATAN IBU DAN ANAK

Kamis, 18 Juni 2009

Menjemur Bayi


Kita sebagai orangtua tentu akan merasa cemas bila melihat bayi kita berwarna kuning. Ini bisa disebabkan karena sang bayi kekurangan oksigen selama dalam kandungan. Untuk mengurangi kuning pada bayi, sang ibu sering menjemur bayinya pada pagi hari.

Walaupun menjemur bayi tidak dapat mengubah bilirubin secara langsung namun menjemur bayi agar terkena sinar matahari yang mengandung vitamin D yang berguna bagi tulang.

Kegiatan menjemur bayi sangat penting untuk menguatkan tulang-tulang bayi agar menjadi kokoh.

Beberapa tip pada saat menjemur bayi adalah :
1. Kegiatan menjemur dilakukan antara pukul 07.00 - 09.00
2. Waktu menjemur antara 10-15 menit per hari nya
3. Pakaian bayi dapat dibuka seluruhnya kecuali celana dalam
3. Tidak harus tepat dibawah sinar matahari bias matahari di teras rumah pun boleh aja asal mengenai tubuh bayi
4. Bayi di bolak balik pada saat menjemur agar seluruh tubuhnya rata terkena sinar matahari
5. Lebih baik pada saat menjemur bayi diletakkan di meja agar seluruh badan bayi terkena sinar matahari.

sumber : mba yanti in kesehatan

BCG, DPT, Polio, Campak Dan Hepatitis B' Imunisasi Wajib Bagi Semua Bayi


Menkes, Dr. dr. Siti Fadilah Supari Sp.Jp(K) menyatakan, imunisasi yang diwajibkan oleh pemerintah kepada semua bayi ( usia 0-11 bulan ) adalah BCG untuk mencegah penyakit tuberculosis, DPT untuk mencegah penyakit Diphteri, Pertusis dan Tetanus, imunisasi campak untuk mencegah penyakit campak, imunisasi polio untuk mencegah penyakit polio, plus Hepatitis B untuk mencegah penyakit Hepatitis B ( penyakit hati ). Hasil penelitian dari sisi epidemiologis yang membuktikan manfaat perlunya imunisasi dasar untuk bayi. Hal ini telah tertuang dalam Keputusan Menteri Kesehatan RI tentang Program Imunisasi tersebut.

Tuberkulosis, Tetanus dan Campak adalah penyakit penyebab kematian utama pada bayi. Polio juga merupakan ancaman kematian dan kecacatan pada bayi. Penyakit ini belum ada obatnya tetapi dapat dicegah dengan imunisasi. Sedangkan Hepatitis B adalah penyakit yang dapat menyebabkan serosis (pengerasan) dan kanker hati. Vaksin yang digunakan pada program imunisasi dasar tersebut sepenuhnya menggunakan vaksin produksi dalam negeri yang telah memiliki izin edar dari Badan POM sehingga kualitas dan mutunya terjamin, ujar Menkes.
Dengan capaian program Imunisasi dasar rutin lebih dari 80 %, selama 10 tahun sejak tahun 1995 sampai 2005, maka di Indonesia tidak ditemukan kasus polio. Tetapi pada Maret 2005, ditemukan virus polio liar yang berasal dari Nigeria di desa Cidahu Jawa Barat. Kemudian kasus polio menyebar ke beberapa propinsi. Untuk memutus rantai penularan pemerintah segera melakukan imunisasi serentak pada daerah-daerah yang terdapat kasus polio. Kemudian imunisasi dilanjutkan dengan 5 kali putaran Pekan Imunisasi Nasional pada tahun 2005 dan 2006. Dengan dilakukannya upaya imunisasi tersebut, sampai saat ini tidak ada lagi kasus polio liar di Indonesia.
Imunisasi BCG dikembangkan sejak 1973. Tahun 1976 mulai dikembangkan imunisasi DPT di beberapa kecamatan di pulau Bangka. Tahun 1977 ditetapkan sebagai fase persiapan Pengembangan Program Imunisasi (PPI), kemudian pada tahun 1980 program imunisasi secara rutin terus dikembangkan dengan memberikan beberapa antigen, yaitu BCG, DPT, Polio dan Campak. Mulai tahun 1992 diperkenalkan imunisasi Hepatitis B di beberapa kabupaten di beberapa provinsi dan mulai tahun 1997 imunisasi Hepatitis B dilaksanakan secara nasional. Sampai saat ini program imunisasi di Indonesia secara rutin memberikan antigen BCG, DPT, Polio, Campak, dan hepatitis B.
Ada penyakit-penyakit yang berhasil dihilangkan dari muka bumi ( eradikasi ) dengan melakukan imunisasi, contohnya penyakit cacar sehingga dunia dinyatakan bebas cacar pada tahun 1976. Target penyakit berikutnya yang akan dieradikasi adalah penyakit polio.
Vaksin BCG, DPT, Polio, Campak dan Hepatitis B dalam program imunisasi dasar tersedia di Posyandu, Puskesmas dan sarana kesehatan lainnya. Vaksin-vaksin tersebut gratis.
Menteri Kesehatan selanjutnya menyatakan, vaksin lain yang sudah beredar di Indonesia, seperti Invasive Pneumococcal Disease (IPD), Haemophilus Influenza Tipe B (HIB) dan vaksin kombinasi (MMR=Measles, Mumps and Rubella) walau telah memperoleh izin edar dari Badan POM, belum ditetapkan sebagai program Imunisasi Nasional.

sumber : DinKes KalTim.


Rabu, 17 Juni 2009

Kaya ala Nabi


Dunia Islam sarat akan keteladanan. Termasuk keteladanan akan kekayaan. Kalau Nabi Sulaiman kaya dengan menjadi raja, maka Nabi Yusuf kaya dengan menjadi menteri. Sementara, Nabi Muhammad sendiri kaya dengan menjadi entrepreneur. Ternyata, inilah cara paling masuk akal bagi seluruh umat manusia di segala zaman untuk mendapatkan kekayaan. Yap, dengan menjadi entrepreneur. Mudah2an kita mampu meng-copy-paste entrepreneurship-nya Nabi Muhammad.

sedekah dapat melipatgandakan rezeki kita hingga 700 x lipat? saya jawab, itu bukan saya yang menjanjikan. tapi, Dia yang menjanjikan, Yang Maha Memberi Rezeki. dan janji ini Dia tegaskan di kitab-Nya.

BETUL, 1 x sedekah akan diganti dan dilipatgandakan oleh-Nya hingga 700 x lipat. mungkin dalam bentuk: cash, kesehatan, silaturahim, keturunan, kemudahan urusan dll. yang jelas, 700 x lipat itu hukum mutlak. tak ada keraguan di dalamnya. mau coba hari ini?
Coba deh kita lihat sejarah.
Nabi Muhammad itu orang kaya.
(Pernah sih miskin, tapi hanya beberapa tahun saja).
Istri nabi juga orang kaya.
Empat sahabat nabi, hampir semuanya kaya raya.
Dan sepuluh sahabat nabi yang dijamin masuk surga, ternyata hampir semuanya orang kaya.

Islam pun dibawa masuk ke Indonesia oleh orang kaya,
yang berdagang dari Timur Tengah, dari India, dari China.
Kebetulan Islam sudah masuk duluan ke sana.
Sesepuh NU dan Muhammadiyah zaman dulu juga orang kaya.
Kita pun pernah mengenal nama Serikat Dagang Islam.
Itu juga kumpulan pengusaha yang kaya.

Jadi Islam itu tidak tabu dengan kekayaan.
Berbeda dengan agama lain, Islam melalui ayat dan hadist terang-terangan menganjurkan kekayaan. (Kaya, tapi tetap sederhana)
Bahkan dikatakan, kefakiran itu dekat dengan kekufuran.
Sayangnya, sebagian Muslim menganggap kekayaan itu identik dengan kejahatan. Salah besar itu!

Dengan kekayaan, kita bisa menebar manfaat dan memudahkan ibadah.
Kalau sekarang kita belum kaya, yah tidak apa-apa.
Namun, pastikan kita bercita-cita untuk kaya.

sumber : Ippho S.


Rahasia Besar Sang Nabi !!!


Ternyata, seorang Muhammad lebih lama menjadi pengusaha (25 tahun) ketimbang menjadi nabi (23 tahun). Dan ia telah menjadi pengusaha sejak usia belasan tahun. Memang benar ia pernah miskin, namun lebih lama ia kaya. Sayangnya, ulama di Indonesia selalu menceritakan sisi miskin Sang Nabi & hampir2 tdk pernah menceritakan sisi kayanya.

Hermawan Kartajaya (pakar marketing kelas dunia yg kebetulan seorang Nasrani) pernah bilang: Muslim itu kan nabinya pengusaha. Kalau umatnya tdk jadi pengusaha, itu sih kebangetan. Dan di antara 25 nabi, hanya Muhammad-lah yg betul2 pengusaha tulen. Nah, bagaimana dengan umatnya sekarang?

Mari sebarkan kisah ini melalui lisan dan tulisan kita. Mudah2an menjadi motivasi dan amal bagi kita semua. Ok?



Ippho Santosa

Kedisiplinan Produk.. Ujungnya LAKU


Nabi muhammad dikenal sukses di dunia, dalam kepemimpinan, usaha & spiritual. Tak hanya kaum muslimin, semua belahan dunia rasanya telah mengetahui hal itu.

Dan salah satu rahasianya adalah kedisiplinan (brand) produk. Lho,, ini benar kawan.. dari pertama beliau sangat konsisten atas apa yang disyiarkannya, baik branding beliau (al amin), prinsip (Allah Esa), dan pedoman (Al Qur'an yg tetap orisinil sampai sekarang). Dan itulah kuncinya.

Fokus adalah akar dari kedisiplinan, fokus pada bidang kita akan membuat orang mengingat kita lebih mudah, dan mengenal kita lebih mudah.. hasilnya.. LAKU..Jualan!!!!

- Andre Raditya -

Ummat VS Pelanggan....


nabi terkenal sangat menyayangi ummatnya, bahkan hingga akhir hayat ummatnya lah yang disebut..

bagaimana dengan kita?

agama seperti produk, nabi adalah penjual dan ummat adalah pelanggan. untuk membuat pelanggan tertarik dengan produk, ternyata yang dilakukan nabi adalah mencintainya dengan tulus dan memikirkan betul kebutuhan pelanggannya (ummat).

So, kalo kita ingin dicintai pelanggan, pikirkan betul tentang kebutuhan mereka, fokus memberi nilai tambah pada mereka & tentu saja menyayangi mereka dengan tulus bukan semata-mata karena uangnya..

- Andre Raditya -

Memberi, Kok Malah Mnerima? Di Mana Logikanya?


Sebagian dari kita akan bertanya-tanya, di manakah korelasi antara berbagi dan keberhasilan bisnis? Sebenarnya setiap kali kita memberi, maka pada waktu yang sama kita akan membuang ‘energi negatif’ keluar dari diri kita, sekaligus menghimpun ‘energi positif’ ke dalam diri kita. Coba saja perhatikan. Selepas memberi, ada semacam perasaan plong. Iya ‘kan?

Kemudian akumulasi ‘energi positif’ itu membuat kita feel good dan feel good itu pun memancar. Sehingga ketika kita berhubungan dengan pelanggan, pemasok, atau siapapun, mereka juga merasakan hal yang sama, yakni feel good. Dengan kondisi sedemikian, maka urusan-urusan kita dengan mereka pun dimudahkan. Dan cepat atau lambat itu semua akan melancarkan, bahkan melipatgandakan pendapatan kita –dengan seizin Sang Pencipta tentunya.

Ingatlah, anjing menggonggong, badai pasti berlalu. Siapa suka menolong, bahagia pasti selalu (Hehehe, peribahasa yang aneh). Mudah-mudahan inspiring, motivating, entertaining.


Sumber : Ipphosantosa

 

Term of Use

Info Kesehatan Ibu dan Anak Copyright © 2009 Flower Garden is Designed by Ipietoon for Tadpole's Notez Flower Image by Dapino